Files
website/content/id/docs/tutorials/kubernetes-basics/deploy-app/deploy-intro.html
T
2020-07-07 19:37:58 +07:00

110 lines
5.3 KiB
HTML
Raw Blame History

This file contains ambiguous Unicode characters
This file contains Unicode characters that might be confused with other characters. If you think that this is intentional, you can safely ignore this warning. Use the Escape button to reveal them.
---
title: Menggunakan kubectl untuk membuat Deployment
weight: 10
---
<!DOCTYPE html>
<html lang="id">
<body>
<link href="/docs/tutorials/kubernetes-basics/public/css/styles.css" rel="stylesheet">
<div class="layout" id="top">
<main class="content">
<div class="row">
<div class="col-md-8">
<h3>Tujuan</h3>
<ul>
<li>Belajar tentang aplikasi Deployment.</li>
<li><i>Deploy</i> aplikasi pertama kamu di Kubernetes dengan kubectl.</li>
</ul>
</div>
<div class="col-md-8">
<h3><i>Deployment</i> Kubernetes</h3>
<p>
Ketika klaster Kubernetes kamu sudah berjalan, kamu dapat men-<i>deploy</i> aplikasi terkontainerisasi di atasnya.
Untuk melakukannya, kamu perlu membuat konfigurasi <b>Deployment</b>. Deployemnt menginstruksikan Kubernetes
tentang bagaimana cara membuat dan memperbaharui <i>instance</i> aplikasi kamu. Ketika kamu selesai membuat Deployment, Kubernetes master
melakukan penjadwalan <i>instance</i> aplikasi yang terlibat dalam Deployment untuk berjalan di Node individu pada klaster.
</p>
<p>Setelah <i>instance</i> aplikasi telah dibuat, Kubernetes Deployment Controller akan melakukan monitoring <i>instance</i> tersebut secara kontinu. Jika <i>instance</i> pada hos Node <i>down</i> atau terhapus, Deployment Controller akan mengganti <i>instance</i> tersebut dengan <i>instance</i> Node lain dalam klaster. <b>Ia menyediakan mekanisme penyembuhan diri (<i>self-healing</i>) untuk mengatasi kegagalan mesin atau pemeliharaan (<i>maintenance</i>)</b></p>
<p>Pada masa pra-orkestrasi, instalasi <i>script</i> sering digunakan untuk memulai aplikasi, namun cara ini tidak memberikan mekanisme pemulihan ketika terjadi kegagalan mesin. Dengan kemampuan membuat <i>instance</i> aplikasi dan menjaganya tetap berjalan pada Node, Kubernetes Deployment menyediakan manajemen aplikasi dengan pendekatan fundamental yang berbeda. </p>
</div>
<div class="col-md-4">
<div class="content__box content__box_lined">
<h3>Summary:</h3>
<ul>
<li>Deployment</li>
<li>Kubectl</li>
</ul>
</div>
<div class="content__box content__box_fill">
<p><i>
Sebuah Deployment bertanggung jawab untuk membuat dan memperbaharui instance dari aplikasi kamu
</i></p>
</div>
</div>
</div>
<br>
<div class="row">
<div class="col-md-8">
<h2 style="color: #3771e3;">Men-<i>deploy</i> aplikasi pertama kamu pada Kubernetes</h2>
</div>
</div>
<div class="row">
<div class="col-md-8">
<p><img src="/docs/tutorials/kubernetes-basics/public/images/module_02_first_app.svg"></p>
</div>
</div>
<br>
<div class="row">
<div class="col-md-8">
<p>Kamu dapat membuat dan mengatur Deployment dengan menggunakan antar muka baris perintah Kubernetes, <b>Kubectl</b>. Kubectl menggunakan Kubernetes API untuk berinteraksi dengan klaster. Pada modul ini, kamu akan belajar perintah-perintah yang sering digunakan Kubectl dalam membuat Deployment untuk menjalankan aplikasi kamu pada klaster Kubernetes.</p>
<p>Ketika kamu membuat Deployment, kamu perlu mendefinisikan kontainer <i>image</i> untuk aplikasi kamu dan jumlah replika yang kamu inginkan. Kamu dapat mengganti informasi tersebut nanti dengan melakukan pembaharuan Deployment kamu; Modul <a href="docs/tutorials/kubernetes-basics/scale/scale-intro/">5</a> dan <a href="/docs/tutorials/kubernetes-basics/update/update-intro/">6</a> pada <i>bootcamp</i> ini mendiskusikan bagaimana cara melakukan perluasan (<i>scale</i>) dan pembaharuan Deployment kamu.</p>
</div>
<div class="col-md-4">
<div class="content__box content__box_fill">
<p><i> Aplikasi perlu dikemas menjadi satu dengan format kontainer yang didukung supaya terdeploy pada Kubernetes</i></p>
</div>
</div>
</div>
<div class="row">
<div class="col-md-8">
<p>
Pada Deployment pertama kamu, kamu akan menggunakan aplikasi Node.js yang terkemas dalam kontainer Docker. (Jika kamu belum pernah mencoba membuat aplikasi Node.js dan men-<i>deploy</i>nya dengan kontainer, kamu dapat melakukannya dengan mengikuti instruksi dari <a href="/id/docs/tutorials/hello-minikube/">tutorial Hello Minikube</a>).
</p>
<p>Sekarang kamu tahu apa itu Deployment, mari kita ke tutorial <i>online</i> dan <i>deploy</i> aplikasi pertama kita!</p>
</div>
</div>
<br>
<div class="row">
<div class="col-md-12">
<a class="btn btn-lg btn-success" href="/id/docs/tutorials/kubernetes-basics/deploy-app/deploy-interactive/" role="button">Mulai Tutorial Interaktif <span class="btn__next"></span></a>
</div>
</div>
</main>
</div>
</body>
</html>