Remove trailing spaces from ID documents(#16742) (#16789)

This commit is contained in:
Yushiro FURUKAWA
2019-10-10 13:48:52 +09:00
committed by Kubernetes Prow Robot
parent 99619d3414
commit 520caa1264
51 changed files with 1250 additions and 1250 deletions
@@ -49,7 +49,7 @@ metadata:
```
{{< note >}}
Referensi pemilik lintas _namespace_ tidak diperbolehkan oleh desain. Artinya:
1) Dependen dengan cakupan _namespace_ hanya bisa menspesifikasikan pemilik jika berada di _namespace_ yang sama, dan pemilik memiliki cakupan kluster.
1) Dependen dengan cakupan _namespace_ hanya bisa menspesifikasikan pemilik jika berada di _namespace_ yang sama, dan pemilik memiliki cakupan kluster.
2) Dependen dengan cakupan kluster hanya bisa menspesifikasikan pemilik yang memiliki cakupan kluster, tetapi tidak berlaku untuk pemilik yang memiliki cakupan kluster.
{{< /note >}}
@@ -82,7 +82,7 @@ Pada *foreground cascading deletion*, pertama objek utama akan memasuki keadaan
Sebelum Kubernetes 1.9, kebijakan _default_ dari _garbage collection_ untuk banyak _resource controller_ adalah **orphan**. Ini meliputi ReplicationController, ReplicaSet, StatefulSet, DaemonSet, dan Deployment. Untuk jenis pada kelompok versi `extensions/v1beta1`, `apps/v1beta1`, dan `apps/v1beta2`, kecuali kamu menspesifikasikan dengan cara lain, objek dependen adalah _orphan_ secara _default_. Pada Kubernetes 1.9, untuk semua jenis pada kelompok versi `apps/v1`, objek dependen dihapus secara _default_.
Berikut sebuah contoh yang menghapus dependen di _background_:
```shell
kubectl proxy --port=8080
curl -X DELETE localhost:8080/apis/apps/v1/namespaces/default/replicasets/my-repset \
@@ -8,13 +8,13 @@ weight: 65
{{< feature-state for_k8s_version="v1.12" state="alpha" >}}
Pengendali TTL menyediakan mekanisme TTL yang membatasi umur dari suatu
objek sumber daya yang telah selesai digunakan. Pengendali TTL untuk saat ini hanya menangani
[Jobs](/docs/concepts/workloads/controllers/jobs-run-to-completion/),
dan nantinya bisa saja digunakan untuk sumber daya lain yang telah selesai digunakan
misalnya saja Pod atau sumber daya khusus (_custom resource_) lainnya.
Pengendali TTL menyediakan mekanisme TTL yang membatasi umur dari suatu
objek sumber daya yang telah selesai digunakan. Pengendali TTL untuk saat ini hanya menangani
[Jobs](/docs/concepts/workloads/controllers/jobs-run-to-completion/),
dan nantinya bisa saja digunakan untuk sumber daya lain yang telah selesai digunakan
misalnya saja Pod atau sumber daya khusus (_custom resource_) lainnya.
Peringatan Fitur Alpha: fitur ini tergolong datam fitur alpha dan dapat diaktifkan dengan
Peringatan Fitur Alpha: fitur ini tergolong datam fitur alpha dan dapat diaktifkan dengan
[_feature gate_](/docs/reference/command-line-tools-reference/feature-gates/)
`TTLAfterFinished`.
@@ -28,33 +28,33 @@ Peringatan Fitur Alpha: fitur ini tergolong datam fitur alpha dan dapat diaktifk
## Pengendali TTL
Pengendali TTL untuk saat ini hanya mendukung Job. Sebuah operator kluster
dapat menggunakan fitur ini untuk membersihkan Job yang telah dieksekusi (baik
`Complete` atau `Failed`) secara otomatis dengan menentukan _field_
`.spec.ttlSecondsAfterFinished` pada Job, seperti yang tertera di
Pengendali TTL untuk saat ini hanya mendukung Job. Sebuah operator kluster
dapat menggunakan fitur ini untuk membersihkan Job yang telah dieksekusi (baik
`Complete` atau `Failed`) secara otomatis dengan menentukan _field_
`.spec.ttlSecondsAfterFinished` pada Job, seperti yang tertera di
[contoh](/docs/concepts/workloads/controllers/jobs-run-to-completion/#clean-up-finished-jobs-automatically).
Pengendali TTL akan berasumsi bahwa sebuah sumber daya dapat dihapus apabila
TTL dari sumber daya tersebut telah habis. Proses dihapusnya sumber daya ini
dilakukan secara berantai, dimana sumber daya lain yang
berkaitan akan ikut terhapus. Perhatikan bahwa ketika sebuah sumber daya dihapus,
Pengendali TTL akan berasumsi bahwa sebuah sumber daya dapat dihapus apabila
TTL dari sumber daya tersebut telah habis. Proses dihapusnya sumber daya ini
dilakukan secara berantai, dimana sumber daya lain yang
berkaitan akan ikut terhapus. Perhatikan bahwa ketika sebuah sumber daya dihapus,
siklus hidup yang ada akan menjaga bahwa _finalizer_ akan tetap dijalankan sebagaimana mestinya.
Waktu TTL dalam detik dapat diatur kapan pun. Terdapat beberapa contoh untuk mengaktifkan _field_
Waktu TTL dalam detik dapat diatur kapan pun. Terdapat beberapa contoh untuk mengaktifkan _field_
`.spec.ttlSecondsAfterFinished` pada suatu Job:
* Spesifikasikan _field_ ini pada _manifest_ sumber daya, sehingga Job akan
dihapus secara otomatis beberapa saat setelah selesai dieksekusi.
* Aktifkan _field_ ini pada sumber daya yang sudah selesai dieksekusi untuk
* Spesifikasikan _field_ ini pada _manifest_ sumber daya, sehingga Job akan
dihapus secara otomatis beberapa saat setelah selesai dieksekusi.
* Aktifkan _field_ ini pada sumber daya yang sudah selesai dieksekusi untuk
menerapkan fitur ini.
* Gunakan sebuah
* Gunakan sebuah
[mengubah (_mutating_) _admission)](/docs/reference/access-authn-authz/extensible-admission-controllers/#admission-webhooks)
untuk mengaktifkan _field_ ini secara dinamis pada saat pembuatan sumber daya.
Administrator kluster dapat menggunakan hal ini untuk menjamin kebijakan (_policy_) TTL pada
untuk mengaktifkan _field_ ini secara dinamis pada saat pembuatan sumber daya.
Administrator kluster dapat menggunakan hal ini untuk menjamin kebijakan (_policy_) TTL pada
sumber daya yang telah selesai digunakan.
* Gunakan sebuah
* Gunakan sebuah
[mengubah (_mutating_) _admission](/docs/reference/access-authn-authz/extensible-admission-controllers/#admission-webhooks)
untuk mengaktifkan _field_ ini secara dinamis setelah sumber daya
selesai digunakan dan TTL didefinisikan sesuai dengan status, label, atau hal lain
untuk mengaktifkan _field_ ini secara dinamis setelah sumber daya
selesai digunakan dan TTL didefinisikan sesuai dengan status, label, atau hal lain
yang diinginkan.
## Peringatan
@@ -62,20 +62,20 @@ Waktu TTL dalam detik dapat diatur kapan pun. Terdapat beberapa contoh untuk men
### Mengubah TTL Detik
Perhatikan bahwa periode TTL, yaitu _field_ `.spec.ttlSecondsAfterFinished` pada Job,
dapat dimodifikasi baik setelah sumber daya dibuat atau setelah selesai digunakan.
Meskipun begitu, setelah Job dapat dihapus (TTL sudah habis), sistem tidak akan
dapat dimodifikasi baik setelah sumber daya dibuat atau setelah selesai digunakan.
Meskipun begitu, setelah Job dapat dihapus (TTL sudah habis), sistem tidak akan
menjamin Job tersebut akan tetap ada, meskipun nilai TTL berhasil diubah.
### _Time Skew_
Karena pengendali TTL menggunakan cap waktu (_timestamp_) yang disimpan di sumber daya
Kubernetes untuk menentukan apakah TTL sudah habis atau belum, fitur ini tidak sensitif
terhadap _time skew_ yang ada pada kluster dan bisa saja menghapus objek pada waktu yang salah
Karena pengendali TTL menggunakan cap waktu (_timestamp_) yang disimpan di sumber daya
Kubernetes untuk menentukan apakah TTL sudah habis atau belum, fitur ini tidak sensitif
terhadap _time skew_ yang ada pada kluster dan bisa saja menghapus objek pada waktu yang salah
bagi objek tersebut akibat adanya _time skew_.
Pada Kubernetes, NTP haruslah dilakukan pada semua node untuk mecegah adanya _time skew_
(lihat [#6159](https://github.com/kubernetes/kubernetes/issues/6159#issuecomment-93844058)).
_Clock_ tidak akan selalu tepat, meskipun begitu perbedaan yang ada haruslah diminimalisasi.
Pada Kubernetes, NTP haruslah dilakukan pada semua node untuk mecegah adanya _time skew_
(lihat [#6159](https://github.com/kubernetes/kubernetes/issues/6159#issuecomment-93844058)).
_Clock_ tidak akan selalu tepat, meskipun begitu perbedaan yang ada haruslah diminimalisasi.
Perhatikan bahwa hal ini dapat terjadi apabila TTL diaktifkan dengan nilai selain 0.
{{% /capture %}}
@@ -58,7 +58,7 @@ Berikut beberapa contoh kasus penggunaan Init Container:
* Menunggu beberapa waktu sebelum menjalankan Container aplikasi dengan perintah seperti `sleep 60`.
* Mengklon sebuah _git repository_ ke dalam sebuah _volume_.
* Menaruh nilai-nilai tertentu ke dalam sebuah _file_ konfigurasi dan menjalankan peralatan _template_ untuk membuat _file_ konfigurasi secara dinamis untuk Container aplikasi utama. Misalnya, untuk menaruh nilai POD_IP ke dalam sebuah konfigurasi dan membuat konfigurasi aplikasi utama menggunakan Jinja.
Contoh-contoh penggunaan yang lebih detail dapat dilihat pada [dokumentasi StatefulSet](/docs/concepts/workloads/controllers/statefulset/) dan [petunjuk Produksi Pod](/docs/tasks/configure-pod-container/configure-pod-initialization/).
### Menggunakan Init Container
@@ -30,7 +30,7 @@ Nilai | Deskripsi
:-----|:-----------
`Pending` | Pod telah disetujui oleh sistem Kubernetes, tapi ada satu atau lebih _image_ kontainer yang belum terbuat. Ini termasuk saat sebelum dijadwalkan dan juga saat mengunduh _image_ melalui jaringan, yang mungkin butuh beberapa waktu.
`Running` | Pod telah terikat ke suatu node, dan semua kontainer telah terbuat. Setidaknya ada 1 kontainer yang masih berjalan, atau dalam proses memulai atau _restart_.
`Succeeded` | Semua kontainer di dalam Pod sudah berhasil dihentikan, dan tidak akan dilakukan _restart_.
`Succeeded` | Semua kontainer di dalam Pod sudah berhasil dihentikan, dan tidak akan dilakukan _restart_.
`Failed` | Semua kontainer dalan suatu Pod telah dihentikan, dan setidaknya ada satu kontainer yang terhenti karena kegagalan. Itu merupakan kontainer yang keluar dengan kode status bukan 0 atau dihentikan oleh sistem.
`Unknown` | _State_ suatu Pod tidak dapat diperoleh karena suatu alasan, biasanya karena kesalahan dalam komunikasi dengan _host_ yang digunakan Pod tersebut.
@@ -38,7 +38,7 @@ Nilai | Deskripsi
Suatu Pod memiliki sebuah PodStatus, yang merupakan _array_ dari [PodConditions](/docs/reference/generated/kubernetes-api/{{< param "version" >}}/#podcondition-v1-core) yang telah atau belum dilewati oleh Pod. Setiap elemen dari _array_ PodConditions mungkin memiliki enam _field_ berikut:
* _Field_ `lastProbeTime` memberikan nilai _timestamp_ yang menandakan kapan terakhir kali kondisi kondisi Pod diperiksa.
* _Field_ `lastProbeTime` memberikan nilai _timestamp_ yang menandakan kapan terakhir kali kondisi kondisi Pod diperiksa.
* _Field_ `lastTransitionTime` memberikan nilai _timestamp_ yang menandakan kapan terakhir kali Pod berubah status ke status lain.
@@ -48,16 +48,16 @@ Suatu Pod memiliki sebuah PodStatus, yang merupakan _array_ dari [PodConditions]
* _Field_ `status` adalah sebuah kata dengan kemungkinan nilainya berupa "`True`", "`False`", dan "`Unknown`".
* _Field_ `type` adalah sebuah kata yang memiliki kemungkinan nilai sebagai berikut:
* _Field_ `type` adalah sebuah kata yang memiliki kemungkinan nilai sebagai berikut:
* `PodScheduled`: Pod telah dijadwalkan masuk ke node;
* `PodScheduled`: Pod telah dijadwalkan masuk ke node;
* `Ready`: Pod sudah mampu menerima _request_ masuk dan seharusnya sudah ditambahkan ke daftar pembagian beban kerja untuk servis yang sama;
* `Initialized`: Semua [init containers](/docs/concepts/workloads/pods/init-containers) telah berjalan sempurna.
* `Initialized`: Semua [init containers](/docs/concepts/workloads/pods/init-containers) telah berjalan sempurna.
* `Unschedulable`: _scheduler_ belum dapat menjadwalkan Pod saat ini, sebagai contoh karena kekurangan _resources_ atau ada batasan-batasan lain.
* `ContainersReady`: Semua kontainer di dalam Pod telah siap.
* `ContainersReady`: Semua kontainer di dalam Pod telah siap.
## Pemeriksaan Kontainer
## Pemeriksaan Kontainer
Sebuah [Probe](/docs/reference/generated/kubernetes-api/{{< param "version" >}}/#probe-v1-core) adalah sebuah diagnosa yang dilakukan secara berkala oleh [kubelet](/docs/admin/kubelet/) dalam suatu kontainer. Untuk melakukan diagnosa, kubelet memanggil sebuah [Handler](https://godoc.org/k8s.io/kubernetes/pkg/api/v1#Handler) yang diimplementasikan oleh kontainer. Ada 3 tipe _Handler_ yang tersedia, yaitu:
@@ -79,21 +79,21 @@ _Kubelet_ dapat secara optimal melakukan dan bereaksi terhadap dua jenis pemerik
* `readinessProbe`: Ini menunjukan apakah kontainer sudah siap melayani _request_. Jika tidak berhasil melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan dari kontainer, maka _endpoints controller_ akan menghapus alamat IP Pod dari daftar semua _endpoint_ untuk servis yang sama dengan Pod. Nilai awal _state_ sebelum jeda awal adalah `Failure`. Jika kontainer tidak menyediakan pemeriksaan terhadap _readiness_, maka nilai awal _state_ adalah `Success`.
### Kapan sebaiknya menggunakan pemeriksaan terhadap _liveness_ atau _readiness_?
### Kapan sebaiknya menggunakan pemeriksaan terhadap _liveness_ atau _readiness_?
Jika proses dalam kontainer mungkin gagal yang dikarenakan menghadapi suatu masalah
Jika proses dalam kontainer mungkin gagal yang dikarenakan menghadapi suatu masalah
atau menjadi tidak sehat, maka pemeriksaan terhadap _liveness_ tidak diperlukan.
Kubelet akan secara otomatis melakukan aksi yang tepat mengikuti `restartPolicy` dari Pod.
Jika kamu ingin kontainer bisa dimatikan dan dijalankan ulang ketika gagal melakukan
Jika kamu ingin kontainer bisa dimatikan dan dijalankan ulang ketika gagal melakukan
pemeriksaan, maka tentukan pemeriksaan _liveness_ dan tentukan nilai `restartPolicy` sebagai `Always` atau `OnFailure`.
Jika kamu ingin mulai mengirim _traffic_ ke Pod hanya ketika pemeriksaan berhasil,
maka tentukan pemeriksaan _readiness_. Dalam kasus ini, pemeriksaan _readiness_ mungkin
maka tentukan pemeriksaan _readiness_. Dalam kasus ini, pemeriksaan _readiness_ mungkin
akan sama dengan pemeriksaan _liveness_, tapi keberadaan pemeriksaan _readiness_ dalam
_spec_ berarti Pod akan tetap dijalankan tanpa menerima _traffic_ apapun dan akan
_spec_ berarti Pod akan tetap dijalankan tanpa menerima _traffic_ apapun dan akan
mulai menerima _traffic_ ketika pemeriksaan yang dilakukan mulai berhasil.
Jika kontainermu dibutuhkan untuk tetap berjalan ketika _loading_ data yang besar,
Jika kontainermu dibutuhkan untuk tetap berjalan ketika _loading_ data yang besar,
_file_ konfigurasi, atau melakukan migrasi ketika _startup_, maka tentukanlah pemeriksaan _readiness_.
Jika kamu ingin kontainermu dalam mematikan dirinya sendiri, kamu dapat menentukan
@@ -103,30 +103,30 @@ _endpoint_ tersebut berbeda dengan _endpoint_ untuk pengecekan _liveness_.
Perlu dicatat, jika kamu hanya ingin bisa menutup _request_ ketika Pod sedang dihapus
maka kamu tidak perlu menggunakan pemeriksaan _readiness_. Dalam penghapusan, Pod akan
secara otomatis mengubah _state_ dirinya menjadi _unready_ tanpa peduli apakah terdapat
pemeriksaan _readiness_ atau tidak. Pod tetap ada pada _state unready_ selama menunggu
pemeriksaan _readiness_ atau tidak. Pod tetap ada pada _state unready_ selama menunggu
kontainer dalam Pod berhenti.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengaturan pemeriksaan _liveness_ atau _readiness_, lihat bagian
[Konfigurasi _Liveness_ dan _Readiness_ _Probe_](/docs/tasks/configure-pod-container/configure-liveness-readiness-probes/).
## Status Pod dan Kontainer
## Status Pod dan Kontainer
Untuk informasi lebih mendalam mengenai status Pod dan kontainer, silakan lihat
Untuk informasi lebih mendalam mengenai status Pod dan kontainer, silakan lihat
[PodStatus](/docs/reference/generated/kubernetes-api/{{< param "version" >}}/#podstatus-v1-core)
dan
dan
[ContainerStatus](/docs/reference/generated/kubernetes-api/{{< param "version" >}}/#containerstatus-v1-core).
Mohon diperhatikan, informasi tentang status Pod bergantung pada
Mohon diperhatikan, informasi tentang status Pod bergantung pada
[ContainerState](/docs/reference/generated/kubernetes-api/{{< param "version" >}}/#containerstatus-v1-core).
## State Kontainer
Ketika Pod sudah ditempatkan pada suatu node oleh scheduler, kubelet mulai membuat kontainer menggunakan _runtime_ kontainer.
Ketika Pod sudah ditempatkan pada suatu node oleh scheduler, kubelet mulai membuat kontainer menggunakan _runtime_ kontainer.
Ada tiga kemungkinan _state_ untuk suatu kontainer, yaitu Waiting, Running, dan Terminated.
Untuk mengecek _state_ suatu kontainer, kamu bisa menggunakan perintah `kubectl describe pod [NAMA_POD]`.
_State_ akan ditampilkan untuk masing-masing kontainer dalam Pod tersebut.
* `Waiting`: Merupakan _state_ default dari kontainer. Jika _state_ kontainer bukan Running atau Terminated, berarti dalam _Wating state_.
Suatu kontainer dalam Waiting _state_ akan tetap menjalan operasi-operasi yang dibutuhkan, misalnya mengunduh _images_, mengaplikasikan Secrets, dsb.
* `Waiting`: Merupakan _state_ default dari kontainer. Jika _state_ kontainer bukan Running atau Terminated, berarti dalam _Wating state_.
Suatu kontainer dalam Waiting _state_ akan tetap menjalan operasi-operasi yang dibutuhkan, misalnya mengunduh _images_, mengaplikasikan Secrets, dsb.
Bersamaan dengan _state_ ini, sebuah pesan dan alasan tentang _state_ akan ditampilkan untuk memberi informasi lebih.
```yaml
@@ -135,7 +135,7 @@ Bersamaan dengan _state_ ini, sebuah pesan dan alasan tentang _state_ akan ditam
Reason: ErrImagePull
...
```
* `Running`: Menandakan kontainer telah berjalan tanpa masalah. Setelah kontainer masuk ke _state_ Running, jika terdapat _hook_ `postStart` maka akan dijalankan. _State_ ini juga menampilkan waktu ketika kontainer masuk ke _state_ Running.
```yaml
@@ -143,8 +143,8 @@ Bersamaan dengan _state_ ini, sebuah pesan dan alasan tentang _state_ akan ditam
State: Running
Started: Wed, 30 Jan 2019 16:46:38 +0530
...
```
```
* `Terminated`: Menandakan kontainer telah menyelesaikan "tugasnya". Kontainer akan menjadi _state_ ini ketika telah menyelesaikan eksekusi atau terjadi kesalahan. Terlepas dari itu, sebuah alasan dan _exit code_ akan ditampilkan, bersama dengan waktu kontainer mulai dijalankan dan waktu berhenti. Sebelum kontainer masuk ke _state_ Terminated, jika terdapat `preStop` _hook_ maka akan dijalankan.
```yaml
@@ -155,18 +155,18 @@ Bersamaan dengan _state_ ini, sebuah pesan dan alasan tentang _state_ akan ditam
Started: Wed, 30 Jan 2019 11:45:26 +0530
Finished: Wed, 30 Jan 2019 11:45:26 +0530
...
```
```
## Pod readiness gate
{{< feature-state for_k8s_version="v1.14" state="stable" >}}
Dalam rangka menambahkan ekstensibilitas terhadap kesiapan Pod dengan menggunakan
Dalam rangka menambahkan ekstensibilitas terhadap kesiapan Pod dengan menggunakan
injeksi umpan balik tambahan atau sinyal ke dalam `PodStatus`,
Kubernetes 1.11 memperkenalkan sebuah fitur bernama [Pod ready++](https://github.com/kubernetes/enhancements/blob/master/keps/sig-network/0007-pod-ready%2B%2B.md).
Kamu dapat menggunakan _field_ baru `ReadinessGate` dalam sebuah `PodSpec` untuk
menunjukan kondisi tambahan yang akan dievaluasi untuk kesiapan Pod. Jika Kubernetes
tidak dapat menemukan kondisi pada _field_ `status.conditions` dalam suatu Pod,
Kamu dapat menggunakan _field_ baru `ReadinessGate` dalam sebuah `PodSpec` untuk
menunjukan kondisi tambahan yang akan dievaluasi untuk kesiapan Pod. Jika Kubernetes
tidak dapat menemukan kondisi pada _field_ `status.conditions` dalam suatu Pod,
maka statusnya akan secara otomatis menjadi `False`. Berikut adalah contoh pemakaiannya:
```yaml
@@ -201,7 +201,7 @@ Dengan diperkenalkannya kondisi Pod yang baru, sebuah Pod akan dianggap siap han
* Semua kontainer yang diatur dalam `ReadinessGates` bernilai "`True`".
Untuk memfasilitasi perubahan tersebut terhadap evaluasi kesiapan Pod, dibuatkan sebuah kondisi Pod baru yaitu `ContainerReady`,
Untuk memfasilitasi perubahan tersebut terhadap evaluasi kesiapan Pod, dibuatkan sebuah kondisi Pod baru yaitu `ContainerReady`,
untuk dapat menangani kondisi Pod `Ready` yang sudah ada.
Dalam K8s 1.11, sebagai fitur _alpha_, fitur "Pod Ready++" harus diaktifkan melalui pengaturan
@@ -216,13 +216,13 @@ Sebuah PodSpec memiliki _field_ `restartPolicy` dengan kemungkinan nilai berupa
Nilai awalnya berupa Always. `restartPolicy` akan berlaku untuk semua kontainer dalam Pod.
Kontainer yang mati dan dijalankan ulang oleh kubelet akan dijalankan ulang dengan jeda waktu yang ekponensial (10s, 20s, 40s, ...)
dengan batas atas senilai lima menit. Jeda waktu ini akan diatur ulang setelah sukses berjalan selama 10 menit.
Sesuai dengan diskusi pada [dokumen Pod](/docs/user-guide/pods/#durability-of-pods-or-lack-thereof),
Sesuai dengan diskusi pada [dokumen Pod](/docs/user-guide/pods/#durability-of-pods-or-lack-thereof),
setelah masuk ke suatu node, sebuah Pod tidak akan pindah ke node lain.
## Umur Pod
Secara umum, Pod tidak hilang sampai ada yang menghapusnya. Ini mungkin dihapus oleh orang atau pengontrol.
Satu pengecualian untuk aturan ini adalah Pod dengan `phase` bernilai Succeeded atau Failed untuk waktu
Satu pengecualian untuk aturan ini adalah Pod dengan `phase` bernilai Succeeded atau Failed untuk waktu
beberapa lama yang akan berakhir dan secara otomatis akan dihapus.
(diatur dalam `terminated-pod-gc-threshold` pada master)
@@ -232,9 +232,9 @@ Tiga tipe pengontrol yang tersedia yaitu:
sebagai contoh, penghitungan dalam jumlah banyak. Jobs hanyak cocok untuk Pod dengan `restartPolicy` yang
bernilai OnFailure atau Never.
- Menggunakan sebuah [ReplicationController](/docs/concepts/workloads/controllers/replicationcontroller/),
- Menggunakan sebuah [ReplicationController](/docs/concepts/workloads/controllers/replicationcontroller/),
[ReplicaSet](/docs/concepts/workloads/controllers/replicaset/), atau
[Deployment](/docs/concepts/workloads/controllers/deployment/) untuk Pod yang tidak diharapkan untuk berakhir,
[Deployment](/docs/concepts/workloads/controllers/deployment/) untuk Pod yang tidak diharapkan untuk berakhir,
sebagai contoh, _web servers_. ReplicationControllers hanya cocok digunakan pada Pod dengan `restartPolicy`
yang bernilai Always.
@@ -242,7 +242,7 @@ Tiga tipe pengontrol yang tersedia yaitu:
hanya satu untuk setiap mesin, karena menyediakan servis yang spesifik untuk suatu mesin.
Ketiga tipe pengontrol ini memiliki sebuah PodTemplate. Direkomdasikan untuk membuat
Ketiga tipe pengontrol ini memiliki sebuah PodTemplate. Direkomdasikan untuk membuat
pengontrol yang sesuai dan membiarkan ini membuat Pod, daripada membuat Pod sendiri secara langsung.
Karena Pod itu sendiri tidak tahan terhadap gagalnya suatu mesin, namun pengontrol tahan.
@@ -253,7 +253,7 @@ Jika node mati atau sambungannya terputus dari kluster, Kubernetes mengatur
### Contoh _Liveness Probe_ tingkat lanjut
_Liveness probe_ dieksekusi oleh kubelet, jadi semua permintaan akan dilakukan
_Liveness probe_ dieksekusi oleh kubelet, jadi semua permintaan akan dilakukan
di dalam _namespace_ jaringan kubelet.
@@ -2,7 +2,7 @@
title: Pengenalan Pod
content_template: templates/concept
weight: 10
card:
card:
name: concepts
weight: 60
---
@@ -36,7 +36,7 @@ Setiap *Pod* dimaksudkan untuk menjalankan satu *instance* aplikasi. Jika kamu i
### Bagaimana *Pod* mengelola beberapa Kontainer
*Pod* didesain untuk mendukung banyak proses (sebagai kontainer) yang membentuk sebuah layanan. Kontainer di dalam sebuah *Pod* akan otomatis ditempatkan bersama di dalam satu mesin fisik atau mesin *virtual* di dalam kluster. Kontainer tersebut dapat berbagi *resource* dan dependensi, berkomunikasi satu sama lain, dan berkoordinasi kapan dan bagaimana mereka diterminasi.
Perhatikan bahwa mengelompokan kontainer di dalam satu *Pod* merupakan kasus lanjutan. Kamu dapat menggunakan pola ini hanya dalam kasus tertentu. Sebagai contoh, kamu memiliki kontainer yang bertindak sebagai *web server* yang menyajikan berkas dari *resource* penyimpanan bersama, dan kontainer *sidecar* melakukan pembaharuan terhadap berkas tersebut dari sumber lain, seperti dalam diagram *Pod* berikut:
Perhatikan bahwa mengelompokan kontainer di dalam satu *Pod* merupakan kasus lanjutan. Kamu dapat menggunakan pola ini hanya dalam kasus tertentu. Sebagai contoh, kamu memiliki kontainer yang bertindak sebagai *web server* yang menyajikan berkas dari *resource* penyimpanan bersama, dan kontainer *sidecar* melakukan pembaharuan terhadap berkas tersebut dari sumber lain, seperti dalam diagram *Pod* berikut:
{{< figure src="/images/docs/pod.svg" title="Pod diagram" width="50%" >}}
*Pod* menyediakan dua jenis *resource* sebagai penyusun dari kontainer: *jaringan* dan *penyimpanan*.