committed by
Kubernetes Prow Robot
parent
99619d3414
commit
520caa1264
@@ -24,7 +24,7 @@ Laman ini menjelaskan berbagai *resource* yang tersedia di dalam Kontainer pada
|
||||
### Informasi tentang Kontainer
|
||||
|
||||
*Hostname* sebuah Kontainer merupakan nama dari Pod dimana Kontainer dijalankan.
|
||||
Informasi ini tersedia melalui perintah `hostname` atau panggilan (*function call*)
|
||||
Informasi ini tersedia melalui perintah `hostname` atau panggilan (*function call*)
|
||||
[`gethostname`](http://man7.org/linux/man-pages/man2/gethostname.2.html) pada `libc`.
|
||||
|
||||
Nama Pod dan *namespace* tersedia sebagai variabel *environment* melalui [API *downward*](/docs/tasks/inject-data-application/downward-api-volume-expose-pod-information/).
|
||||
|
||||
@@ -16,7 +16,7 @@ untuk menjalankan kode yang di-*trigger* oleh *event* selama *lifecycle* berlang
|
||||
|
||||
## Ikhtisar
|
||||
|
||||
Kubernetes menyediakan *hook* untuk *lifecycle* Kontainer. Hal ini sejalan dengan *framework* bahasa
|
||||
Kubernetes menyediakan *hook* untuk *lifecycle* Kontainer. Hal ini sejalan dengan *framework* bahasa
|
||||
pemrograman pada umumnya yang memiliki *hook* untuk *lifecycle* komponen, seperti Angular contohnya.
|
||||
*Hook* tersebut digunakan Kontainer untuk selalu siap menerima *event* selama *lifecycle* dan
|
||||
menjalankan kode yang diimplementasi pada suatu *handler*, ketika *hook lifecycle* terkait telah dieksekusi.
|
||||
@@ -62,7 +62,7 @@ atau *hang*, Kontainer tersebut tidak bisa sampai ke *state* `running`.
|
||||
|
||||
Perilaku ini mirip dengan yang terjadi pada *hook* `PreStop`.
|
||||
Jika *hook* terlalu lama atau *hang* saat dieksekusi, Pod tersebut tetap ada pada *state* `Terminating`
|
||||
dan akan dimatikan setelah `terminationGracePeriodSeconds` Pod selesai.
|
||||
dan akan dimatikan setelah `terminationGracePeriodSeconds` Pod selesai.
|
||||
Jika sebuah *hook* `PostStart` atau `PreStop` gagal dieksekusi, Kontainer akan dimatikan.
|
||||
|
||||
Para pengguna sangat disarankan membuat *handler* untuk *hook* seringan mungkin (*lightweight*).
|
||||
@@ -72,7 +72,7 @@ suatu perintah, misalnya saat proses penyimpanan *state* sebelum Kontainer dimat
|
||||
### Jaminan pengiriman *hook*
|
||||
|
||||
Proses pengiriman *hook* akan dilakukan **paling tidak satu kali**.
|
||||
Artinya suatu *hook* boleh dipanggil beberapa kali untuk *event* yang sama,
|
||||
Artinya suatu *hook* boleh dipanggil beberapa kali untuk *event* yang sama,
|
||||
seperti dalam `PostStart` atau`PreStop`.
|
||||
Namun begitu, implementasi *hook* masing-masing harus memastikan bagaimana
|
||||
menangani kasus ini dengan benar.
|
||||
|
||||
@@ -53,7 +53,7 @@ Nama _handler_ harus berupa valid label 1123 DNS (alfanumerik + karakter `-`).
|
||||
|
||||
#### 2. Buat _resource_ `RuntimeClass` yang terkait
|
||||
|
||||
Masing-masing konfigurasi pada langkah no.1 punya nama `handler` yang merepresentasikan
|
||||
Masing-masing konfigurasi pada langkah no.1 punya nama `handler` yang merepresentasikan
|
||||
konfigurasi-konfigurasi tersebut. Untuk masing-masing `handler`, buatlah sebuah objek RuntimeClass terkait.
|
||||
|
||||
_Resource_ RuntimeClass saat ini hanya memiliki 2 _field_ yang penting: nama RuntimeClass tersebut
|
||||
@@ -69,8 +69,8 @@ handler: myconfiguration # Nama dari konfigurasi CRI terkait
|
||||
```
|
||||
|
||||
{{< note >}}
|
||||
Sangat disarankan untuk hanya memperbolehkan admin kluster melakukan operasi
|
||||
_write_ pada RuntimeClass. Biasanya ini sudah jadi _default_. Lihat [Ikhtisar
|
||||
Sangat disarankan untuk hanya memperbolehkan admin kluster melakukan operasi
|
||||
_write_ pada RuntimeClass. Biasanya ini sudah jadi _default_. Lihat [Ikhtisar
|
||||
Autorisasi](/docs/reference/access-authn-authz/authorization/) untuk penjelasan lebih jauh.
|
||||
{{< /note >}}
|
||||
|
||||
@@ -154,7 +154,7 @@ pembaruan fitur RuntimeClass dari versi alpha ke versi beta:
|
||||
```
|
||||
kubectl delete customresourcedefinitions.apiextensions.k8s.io runtimeclasses.node.k8s.io
|
||||
```
|
||||
- Fitur Alpha pada RuntimeClass akan menjadi tidak valid, jika `runtimeHandler` tidak ditentukan atau
|
||||
- Fitur Alpha pada RuntimeClass akan menjadi tidak valid, jika `runtimeHandler` tidak ditentukan atau
|
||||
kosong atau menggunakan karakter `.` pada _handler_. Ini harus dimigrasi ke _handler_ dengan
|
||||
konfigurasi yang valid (lihat petunjuk di atas).
|
||||
|
||||
|
||||
Reference in New Issue
Block a user