This commit is contained in:
irvifa
2019-12-16 20:11:37 +07:00
committed by Kubernetes Prow Robot
parent a7f6a78d55
commit 39fe327423
65 changed files with 459 additions and 458 deletions
@@ -50,8 +50,8 @@ metadata:
```
{{< note >}}
Referensi pemilik lintas _namespace_ tidak diperbolehkan oleh desain. Artinya:
1) Dependen dengan cakupan _namespace_ hanya bisa menspesifikasikan pemilik jika berada di _namespace_ yang sama, dan pemilik memiliki cakupan kluster.
2) Dependen dengan cakupan kluster hanya bisa menspesifikasikan pemilik yang memiliki cakupan kluster, tetapi tidak berlaku untuk pemilik yang memiliki cakupan kluster.
1) Dependen dengan cakupan _namespace_ hanya bisa menspesifikasikan pemilik jika berada di _namespace_ yang sama, dan pemilik memiliki cakupan klaster.
2) Dependen dengan cakupan klaster hanya bisa menspesifikasikan pemilik yang memiliki cakupan klaster, tetapi tidak berlaku untuk pemilik yang memiliki cakupan klaster.
{{< /note >}}
## Mengontrol bagaimana _garbage collector_ menghapus dependen
@@ -31,7 +31,7 @@ Hal ini berarti kamu boleh jadi tidak akan membutuhkan manipulasi objek ReplicaS
{{< codenew file="controllers/frontend.yaml" >}}
Menyimpan _manifest_ ini dalam `frontend.yaml` dan mengirimkannya ke kluster Kubernetes akan membuat ReplicaSet yang telah didefinisikan beserta dengan Pod yang dikelola.
Menyimpan _manifest_ ini dalam `frontend.yaml` dan mengirimkannya ke klaster Kubernetes akan membuat ReplicaSet yang telah didefinisikan beserta dengan Pod yang dikelola.
```shell
kubectl apply -f https://kubernetes.io/examples/controllers/frontend.yaml
@@ -259,7 +259,7 @@ Pengaturan jumlah Pod pada ReplicaSet juga dapat dilakukan mengunakan [Horizonta
{{< codenew file="controllers/hpa-rs.yaml" >}}
Menyimpan _manifest_ ini dalam `hpa-rs.yaml` dan mengirimkannya ke kluster Kubernetes akan membuat HPA tersebut yang akan mengatur jumlah Pod pada ReplicaSet yang telah didefinisikan bergantung terhadap penggunaan CPU dari Pod yang direplikasi.
Menyimpan _manifest_ ini dalam `hpa-rs.yaml` dan mengirimkannya ke klaster Kubernetes akan membuat HPA tersebut yang akan mengatur jumlah Pod pada ReplicaSet yang telah didefinisikan bergantung terhadap penggunaan CPU dari Pod yang direplikasi.
```shell
kubectl apply -f https://k8s.io/examples/controllers/hpa-rs.yaml
@@ -127,7 +127,7 @@ dengan nama `web-0,web-1,web-2`.
Sebuah StatefulSet dapat menggunakan sebuah [Service Headless](/docs/concepts/services-networking/service/#headless-services)
untuk mengontrol domain dari Pod yang ada. Domain yang diatur oleh Service ini memiliki format:
`$(service name).$(namespace).svc.cluster.local`, dimana "cluster.local" merupakan
domain kluster.
domain klaster.
Seiring dibuatnya setiap Pod, Pod tersebut akan memiliki subdomain DNS-nya sendiri, yang memiliki format:
`$(podname).$(governing service domain)`, dimana Service yang mengatur didefinisikan oleh
_field_ `serviceName` pada StatefulSet.
@@ -136,17 +136,17 @@ Seperti sudah disebutkan di dalam bagian [keterbatasan](#keterbatasan), kamulah
untuk membuat [Service Headless](/docs/concepts/services-networking/service/#headless-services)
yang bertanggung jawab terhadap identitas jaringan pada Pod.
Di sini terdapat beberapa contoh penggunaan Domain Kluster, nama Service,
Di sini terdapat beberapa contoh penggunaan Domain Klaster, nama Service,
nama StatefulSet, dan bagaimana hal tersebut berdampak pada nama DNS dari Pod StatefulSet.
Domain Kluster | Service (ns/nama) | StatefulSet (ns/nama) | Domain StatefulSet | DNS Pod | Hostname Pod |
Domain Klaster | Service (ns/nama) | StatefulSet (ns/nama) | Domain StatefulSet | DNS Pod | Hostname Pod |
-------------- | ----------------- | ----------------- | -------------- | ------- | ------------ |
cluster.local | default/nginx | default/web | nginx.default.svc.cluster.local | web-{0..N-1}.nginx.default.svc.cluster.local | web-{0..N-1} |
cluster.local | foo/nginx | foo/web | nginx.foo.svc.cluster.local | web-{0..N-1}.nginx.foo.svc.cluster.local | web-{0..N-1} |
kube.local | foo/nginx | foo/web | nginx.foo.svc.kube.local | web-{0..N-1}.nginx.foo.svc.kube.local | web-{0..N-1} |
{{< note >}}
Domain kluster akan diatur menjadi `cluster.local` kecuali
Domain klaster akan diatur menjadi `cluster.local` kecuali
[nilainya dikonfigurasi](/docs/concepts/services-networking/dns-pod-service/#how-it-works).
{{< /note >}}
@@ -28,7 +28,7 @@ Peringatan Fitur Alpha: fitur ini tergolong datam fitur alpha dan dapat diaktifk
## Pengendali TTL
Pengendali TTL untuk saat ini hanya mendukung Job. Sebuah operator kluster
Pengendali TTL untuk saat ini hanya mendukung Job. Sebuah operator klaster
dapat menggunakan fitur ini untuk membersihkan Job yang telah dieksekusi (baik
`Complete` atau `Failed`) secara otomatis dengan menentukan _field_
`.spec.ttlSecondsAfterFinished` pada Job, seperti yang tertera di
@@ -49,7 +49,7 @@ Waktu TTL dalam detik dapat diatur kapan pun. Terdapat beberapa contoh untuk men
* Gunakan sebuah
[mengubah (_mutating_) _admission)](/docs/reference/access-authn-authz/extensible-admission-controllers/#admission-webhooks)
untuk mengaktifkan _field_ ini secara dinamis pada saat pembuatan sumber daya.
Administrator kluster dapat menggunakan hal ini untuk menjamin kebijakan (_policy_) TTL pada
Administrator klaster dapat menggunakan hal ini untuk menjamin kebijakan (_policy_) TTL pada
sumber daya yang telah selesai digunakan.
* Gunakan sebuah
[mengubah (_mutating_) _admission](/docs/reference/access-authn-authz/extensible-admission-controllers/#admission-webhooks)
@@ -70,7 +70,7 @@ menjamin Job tersebut akan tetap ada, meskipun nilai TTL berhasil diubah.
Karena pengendali TTL menggunakan cap waktu (_timestamp_) yang disimpan di sumber daya
Kubernetes untuk menentukan apakah TTL sudah habis atau belum, fitur ini tidak sensitif
terhadap _time skew_ yang ada pada kluster dan bisa saja menghapus objek pada waktu yang salah
terhadap _time skew_ yang ada pada klaster dan bisa saja menghapus objek pada waktu yang salah
bagi objek tersebut akibat adanya _time skew_.
Pada Kubernetes, NTP haruslah dilakukan pada semua node untuk mecegah adanya _time skew_