Change kluster to klaster mentioned in https://github.com/jk8s/sig-docs-id/issues/20 (#18130)
This commit is contained in:
committed by
Kubernetes Prow Robot
parent
a7f6a78d55
commit
39fe327423
@@ -50,8 +50,8 @@ metadata:
|
||||
```
|
||||
{{< note >}}
|
||||
Referensi pemilik lintas _namespace_ tidak diperbolehkan oleh desain. Artinya:
|
||||
1) Dependen dengan cakupan _namespace_ hanya bisa menspesifikasikan pemilik jika berada di _namespace_ yang sama, dan pemilik memiliki cakupan kluster.
|
||||
2) Dependen dengan cakupan kluster hanya bisa menspesifikasikan pemilik yang memiliki cakupan kluster, tetapi tidak berlaku untuk pemilik yang memiliki cakupan kluster.
|
||||
1) Dependen dengan cakupan _namespace_ hanya bisa menspesifikasikan pemilik jika berada di _namespace_ yang sama, dan pemilik memiliki cakupan klaster.
|
||||
2) Dependen dengan cakupan klaster hanya bisa menspesifikasikan pemilik yang memiliki cakupan klaster, tetapi tidak berlaku untuk pemilik yang memiliki cakupan klaster.
|
||||
{{< /note >}}
|
||||
|
||||
## Mengontrol bagaimana _garbage collector_ menghapus dependen
|
||||
|
||||
@@ -31,7 +31,7 @@ Hal ini berarti kamu boleh jadi tidak akan membutuhkan manipulasi objek ReplicaS
|
||||
|
||||
{{< codenew file="controllers/frontend.yaml" >}}
|
||||
|
||||
Menyimpan _manifest_ ini dalam `frontend.yaml` dan mengirimkannya ke kluster Kubernetes akan membuat ReplicaSet yang telah didefinisikan beserta dengan Pod yang dikelola.
|
||||
Menyimpan _manifest_ ini dalam `frontend.yaml` dan mengirimkannya ke klaster Kubernetes akan membuat ReplicaSet yang telah didefinisikan beserta dengan Pod yang dikelola.
|
||||
|
||||
```shell
|
||||
kubectl apply -f https://kubernetes.io/examples/controllers/frontend.yaml
|
||||
@@ -259,7 +259,7 @@ Pengaturan jumlah Pod pada ReplicaSet juga dapat dilakukan mengunakan [Horizonta
|
||||
|
||||
{{< codenew file="controllers/hpa-rs.yaml" >}}
|
||||
|
||||
Menyimpan _manifest_ ini dalam `hpa-rs.yaml` dan mengirimkannya ke kluster Kubernetes akan membuat HPA tersebut yang akan mengatur jumlah Pod pada ReplicaSet yang telah didefinisikan bergantung terhadap penggunaan CPU dari Pod yang direplikasi.
|
||||
Menyimpan _manifest_ ini dalam `hpa-rs.yaml` dan mengirimkannya ke klaster Kubernetes akan membuat HPA tersebut yang akan mengatur jumlah Pod pada ReplicaSet yang telah didefinisikan bergantung terhadap penggunaan CPU dari Pod yang direplikasi.
|
||||
|
||||
```shell
|
||||
kubectl apply -f https://k8s.io/examples/controllers/hpa-rs.yaml
|
||||
|
||||
@@ -127,7 +127,7 @@ dengan nama `web-0,web-1,web-2`.
|
||||
Sebuah StatefulSet dapat menggunakan sebuah [Service Headless](/docs/concepts/services-networking/service/#headless-services)
|
||||
untuk mengontrol domain dari Pod yang ada. Domain yang diatur oleh Service ini memiliki format:
|
||||
`$(service name).$(namespace).svc.cluster.local`, dimana "cluster.local" merupakan
|
||||
domain kluster.
|
||||
domain klaster.
|
||||
Seiring dibuatnya setiap Pod, Pod tersebut akan memiliki subdomain DNS-nya sendiri, yang memiliki format:
|
||||
`$(podname).$(governing service domain)`, dimana Service yang mengatur didefinisikan oleh
|
||||
_field_ `serviceName` pada StatefulSet.
|
||||
@@ -136,17 +136,17 @@ Seperti sudah disebutkan di dalam bagian [keterbatasan](#keterbatasan), kamulah
|
||||
untuk membuat [Service Headless](/docs/concepts/services-networking/service/#headless-services)
|
||||
yang bertanggung jawab terhadap identitas jaringan pada Pod.
|
||||
|
||||
Di sini terdapat beberapa contoh penggunaan Domain Kluster, nama Service,
|
||||
Di sini terdapat beberapa contoh penggunaan Domain Klaster, nama Service,
|
||||
nama StatefulSet, dan bagaimana hal tersebut berdampak pada nama DNS dari Pod StatefulSet.
|
||||
|
||||
Domain Kluster | Service (ns/nama) | StatefulSet (ns/nama) | Domain StatefulSet | DNS Pod | Hostname Pod |
|
||||
Domain Klaster | Service (ns/nama) | StatefulSet (ns/nama) | Domain StatefulSet | DNS Pod | Hostname Pod |
|
||||
-------------- | ----------------- | ----------------- | -------------- | ------- | ------------ |
|
||||
cluster.local | default/nginx | default/web | nginx.default.svc.cluster.local | web-{0..N-1}.nginx.default.svc.cluster.local | web-{0..N-1} |
|
||||
cluster.local | foo/nginx | foo/web | nginx.foo.svc.cluster.local | web-{0..N-1}.nginx.foo.svc.cluster.local | web-{0..N-1} |
|
||||
kube.local | foo/nginx | foo/web | nginx.foo.svc.kube.local | web-{0..N-1}.nginx.foo.svc.kube.local | web-{0..N-1} |
|
||||
|
||||
{{< note >}}
|
||||
Domain kluster akan diatur menjadi `cluster.local` kecuali
|
||||
Domain klaster akan diatur menjadi `cluster.local` kecuali
|
||||
[nilainya dikonfigurasi](/docs/concepts/services-networking/dns-pod-service/#how-it-works).
|
||||
{{< /note >}}
|
||||
|
||||
|
||||
@@ -28,7 +28,7 @@ Peringatan Fitur Alpha: fitur ini tergolong datam fitur alpha dan dapat diaktifk
|
||||
|
||||
## Pengendali TTL
|
||||
|
||||
Pengendali TTL untuk saat ini hanya mendukung Job. Sebuah operator kluster
|
||||
Pengendali TTL untuk saat ini hanya mendukung Job. Sebuah operator klaster
|
||||
dapat menggunakan fitur ini untuk membersihkan Job yang telah dieksekusi (baik
|
||||
`Complete` atau `Failed`) secara otomatis dengan menentukan _field_
|
||||
`.spec.ttlSecondsAfterFinished` pada Job, seperti yang tertera di
|
||||
@@ -49,7 +49,7 @@ Waktu TTL dalam detik dapat diatur kapan pun. Terdapat beberapa contoh untuk men
|
||||
* Gunakan sebuah
|
||||
[mengubah (_mutating_) _admission)](/docs/reference/access-authn-authz/extensible-admission-controllers/#admission-webhooks)
|
||||
untuk mengaktifkan _field_ ini secara dinamis pada saat pembuatan sumber daya.
|
||||
Administrator kluster dapat menggunakan hal ini untuk menjamin kebijakan (_policy_) TTL pada
|
||||
Administrator klaster dapat menggunakan hal ini untuk menjamin kebijakan (_policy_) TTL pada
|
||||
sumber daya yang telah selesai digunakan.
|
||||
* Gunakan sebuah
|
||||
[mengubah (_mutating_) _admission](/docs/reference/access-authn-authz/extensible-admission-controllers/#admission-webhooks)
|
||||
@@ -70,7 +70,7 @@ menjamin Job tersebut akan tetap ada, meskipun nilai TTL berhasil diubah.
|
||||
|
||||
Karena pengendali TTL menggunakan cap waktu (_timestamp_) yang disimpan di sumber daya
|
||||
Kubernetes untuk menentukan apakah TTL sudah habis atau belum, fitur ini tidak sensitif
|
||||
terhadap _time skew_ yang ada pada kluster dan bisa saja menghapus objek pada waktu yang salah
|
||||
terhadap _time skew_ yang ada pada klaster dan bisa saja menghapus objek pada waktu yang salah
|
||||
bagi objek tersebut akibat adanya _time skew_.
|
||||
|
||||
Pada Kubernetes, NTP haruslah dilakukan pada semua node untuk mecegah adanya _time skew_
|
||||
|
||||
Reference in New Issue
Block a user